Kurikulum

Kurikulum

  • Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi, bahan kajian, maupun bahan pelajaran serta cara penyampaiannya, dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi.
  • Kurikulum seharusnya memuat standar kompetensi lulusan yang terstruktur dalam kompetensi utama, pendukung dan lainnya yang mendukung tercapainya tujuan, terlaksananya misi, dan terwujudnya visi program studi. Kurikulum memuat mata kuliah/modul/blok yang mendukung pencapaian kompetensi lulusan dan memberikan keleluasaan pada mahasiswa untuk memperluas wawasan dan memperdalam keahlian sesuai dengan minatnya, serta dilengkapi dengan deskripsi mata kuliah/modul/blok, silabus, rencana pembelajaran dan evaluasi.
  • Kurikulum harus dirancang berdasarkan relevansinya dengan tujuan, cakupan dan kedalaman materi, pengorganisasian yang mendorong terbentuknya hard skills dan keterampilan kepribadian dan perilaku (soft skills) yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi dan kondisi.

 Kompetensi

Lulusan Program Studi Magister Agroekoteknologi Fakultas Pertanian USU memiliki kompetensi lulusan yang mencakup aspek-aspek ;

a. Kompetensi Utama :

  • Memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang teori, prinsip, konsep lanjutan dan identifikasi permasalahan terkini, pemecahan masalah dan pengembangan ilmu dan teknologi di bidang agronomi, pemuliaan tanaman, hama penyakit tanaman dan tanah.
  • Terampil dalam mengkaji, menerapkan, dan mengembangkan bidang agronomi, pemuliaan tanaman, hama dan penyakit tanaman dan tanah dan dengan sub sektor pertanian/perkebunan atau sektor lainnya melalui pertanian yang berkelanjutan berbasis sumber daya lokal.
  • Memiliki rasa dan keinginan yang kuat (antuasiasme) untuk selalu meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan dalam bidang agronomi, pemuliaan tanaman, hama dan penyakit tanaman dan tanah, serta memiliki sifat terbuka, jujur dan positif terhadap perkembangan iptek, budaya, dan menghargai upaya interdisiplin dalam menggali dan memanfaatkan sumberdaya alam yang bersifat lestari.

b. Kompetensi Pendukung

  • Memiliki kemampuan dan pemahaman dalam penerapan sains, teknologi dan metode-metode analisis untuk memecahkan masalah dalam bidang agroekoteknologi (agronomi, pemuliaan tanaman, hama dan penyakit tanaman, dan tanah).
  • Memiliki kemampuan dan pemahaman dalam menerapkan konsep dan teori mengenai bidang agroekoteknologi (agronomi, pemuliaan tanaman, hama dan penyakit tanaman, dan tanah) dan lingkungan serta interaksinya dalam sistem pertanian berkelanjutan.
  • Memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang implikasi bidang agroekoteknologi (agronomi, pemuliaan tanaman, hama dan penyakit tanaman, dan tanah) dalam konteks pembangunan pertanian yang berkelanjutan;

c. Kompetensi Lainnya

  • Mampu mengembangkan diri dan berpikir secara logis dan analitis untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi secara profesional, memiliki kemampuan wirausaha serta mampu berkomunikasi secara efektif dan memanfaatkan serta menerapkan teknologi informasi dan komunikasi (Information and Communication Technology/ ICT) khususnya di bidang pertanian secara profesional.
  • Mampu bekerja sama dan menyesuaikan diri dengan cepat di lingkungan profesi/kerja.
    Catatan: Pengertian tentang kompetensi utama, pendukung, dan lainnya dapat dilihat pada Kepmendiknas No. 045/U/2002.

Struktur Kurikulum

Beban studi program magister bagi peserta sekurang-kurangnya 36 SKS dan sebanyak-banyaknya 50 SKS yang dijadwalkan untuk 4 (empat) semester dan dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 4 (empat) semester dan selama-lamanya 10 (sepuluh) semester termasuk penyusunan tesis, setelah program sarjana, atau yang sederajat (Kepmendiknas No. 232/U/2000). Jumlah SKS MK wajib sebanyak 24 SKS dan SKS MK pilihan sebanyak 18 SKS.